Anton dan Angel adalah dua kakak beradik yang mempunyai kehidupan malang. Ibu mereka meninggal beberapa tahun silam dan ayah mereka tidak bertanggung jawab hingga menitipkan mereka pada sanak saudara mereka di Jakarta. Usia mereka masih sangat kecil, Anton berusia 10 tahun dan Angel 7 tahun, mereka terlahir dari keluarga miskin. Ayah mereka yang hanya kuli bangunan tidak sanggup menampung mereka apalagi merawatnya, yang lebih menyedihkannya lagi, kehidupan mereka tersiksa tinggal bersama kerabat saudara mereka. Angel sering mengeluh kelaparan bila malam tiba dan sang kakak yang tidak tega melihat betapa mereka dijadikan pembantu dalam keluarga itu memutuskan lari dari keluarga kejam itu.
Dalam pelarian, mereka hidup di jalanan, Kemudian seorang mafia pengguna anak-anak jalanan mengambil mereka dengan iming-iming makan dan tempat tinggal. Ya, mereka memang dapat tempat tinggal dan makan yang cukup, tapi mereka harus bekerja untuk itu. Kedua saudara itu harus menghabiskan 14 jam di jalanan dan pulang saat malam hari lalu berangkat bekerja di pukul 7 pagi. Anton dengan kemoceng bulu ayam bertugas mencari mobil yang bersedia memberikan waktunya untuk dibersihkan sedangkan Angel menjadi pengamen disampingnya dengan bermodalkan kedua tangannya. Uang yang mereka hasilkan memang tidak seberapa tapi cukup membuat mereka bertahan hidup di dalam tempat yang nyaman tanpa rasa dingin,
Setidaknya yang terpenting bagi mereka, tidak ada lagi yang menyiksa mereka seperti saat tinggal bersama saudara mereka. Mereka tidak lagi kelaparan karena selalu tersedia makan yang cukup untuk mereka. Suatu pagi seperti biasanya, keduanya duduk dikolom jembatan sambil menikmati sepotong bekal roti sebagai sarapan pagi sambil menunggu saatnya bekerja.
Angel terdiam saat melihat beberapa anak-anak sekolah yang seumuran dengannya berjalan dengan bersama-sama melewati jembatan bersama orang tua. Ia merenung dan tidak terlihat nafsu untuk memakan roti coklatnya. Sang kakak bertanya..
“Kenapa kamu tidak makan? ”
“Angel tidak lapar..”
“Bohong, kamu pasti sedang memikirkan sesuatu..” kata sang kakak melihat adiknya.
“ Kakak, kenapa kita terlahir jadi orang miskin?”
“ Karena kita tidak punya uang, kita miskin karena keadaan.. Angel.”
Angel terdiam lalu bertanya kembali..
“Kak, Bagaimana rasanya sekolah? Kakak kan dulu pernah sekolah..”
Sang kakak terdiam, Ia memang pernah sekolah walau hanya hingga kelas 2SD.
“Kakak merasa senang tentunya, tapi sekarang kakak sudah lupa bagaimana rasanya..”
Angel terdiam, ia menatap wajah sang kakak dengan lesuh.
“Angel ingin sekolah kak. Angel ingin seperti anak-anak lainnya. Setiap pagi pergi sekolah dengan seragam merah putih dengan ibu mereka. Tidak seperti kita disini.. Harus jadi pengamen, Angel kan ingin bisa baca dan tulis juga.. ”
Sang kakak hanya terdiam, ia bangkit dengan menyiapkan kemocengnya.
” Angel, berdoalah pada Tuhan. Semoga ia bisa kabulkan doa kamu karena Tuhan tidak pernah tidur, sekarang kita kerja yuk..”.
Angel tetap tertunduk resuh, ia tidak berminat untuk mengamen hari ini.
“Tuhan jahat kak..”
“Kenapa kamu bilang begitu ?”.
“Kalau dia baik, dia gak akan kasih kita hidup seperti ini.. Angel sedih, ini tidak adil”
“Angel jangan bilang begitu, nanti kamu bisa masuk neraka.. Ayo minta maaf sama Tuhan..”
“Gak mau..”
“Ya sudah kalau gitu, kakak tidak mau bicarakan masalah ini. Kakak harus kerja dulu. Kamu pikirkan saja sampai kamu sadar kamu salah”
Anton kemudian pergi bekerja meninggalkan adiknya yang sedang marah. Ia berdiri di samping mobil mewah saat lampu merah menyala. Di dalam mobil terdapat orang tua lengkap bersama putranya yang terduduk dengan alat bantu pernafasan di mulutnya. Anton mengetuk pintu kaca sembari menawarkan jasanya. Supir keluarga itu membiarkan Anton bekerja setelah sang tuan memberikan respon. Sang anak bertanya pada ibu,
“Ibu, mengapa ia harus ada di jalanan ini?”.
“Karena ia sedang bekerja nak” jawab ibu.
“Tapi dia kan masih seusia aku. Kenapa dia tidak pergi sekolah?”
“Karena dia tidak punya uang untuk sekolah..” Tambah sang ayah.
Anton selesai membersikah mobil, ia menebar senyum sambil menunggu tips untuknya. Sang ayah hendak memberikan uang, anaknya langsung merespon.
“Ayah berikan anak itu uang yang banyak, agar ia bisa sekolah.. Tedy mohon” ucap sang anak bernama Tedy.
Sang ayah menuruti kehendak putranya, Anton begitu gilang ketika menerima uang berwarna merah dengan angka RP.100.000- , jumlah yang sangat besar.
“ Terima kasih tuan..” Ujar Anton.
“ Uang ini permintaan anak saya, Tedy, ucapkanlah terima kasih padanya..”
“ Terima kasih Tedy, semoga Tuhan memberkati kamu ya..”
Tedy hanya bisa tersenyum dan mereka meninggalkan Anton ketika lampu hijau menyala. Anton berlari mendekati sang adik dengan kegilangan. Ia memperlihatkan tipsnya yang besar. Artinya mereka bisa menabung hari ini, sang adik hanya terdiam dan bertanya.
“ Menabung untuk apa?”
“ Menabung untuk kamu sekolah nanti?”
“ Jadi kakak mau Angel sekolah ya..?” ucap Angel gilang.
“ Yup, jadi sekarang kamu harus minta maaf sama Tuhan. Tadi kamu kan sudah marah sama Tuhan..”
“ Iya kak..” Angel berseri-seri.
Angel memejamkan mata, mulutnya komat-kamit mengucapkan doa permintaan maaf kepada Tuhan disaksikan sang kakak. Setelah itu sang kakak mengajak Angel pergi ke sebuah toko buku disekitar jalan, Anton memberikan sebuah buku dan pensil untuknya. Angel kebingungan, tapi mulai hari ini Anton akan mengajarkan sang adik agar bisa menulis dan membaca. Setiap harinya mereka terus melakukan kegiatan belajar di jalan semenjak saat itu, Angel anak yang cerdas dengan cepat ia sudah bisa mulai menulis dan membaca.
Suatu ketika, siang hari itu mereka sedang menulis, mobil mewah yang sempat memberikan uang banyak pada mereka muncul. Anton langsung berlari mendekati mobil itu, ia menawarkan jasanya. Tapi kali ini sang anak terduduk bersama ibunya tanpa sang ayah. Angel ikut berlari mendekati kakaknya dan menawarkan nyanyian dari mulutnya, ketika mereka usai melakukan perkerjaan masing-masing. Tedy menatap mereka,
“ Kalian bahagia sekali sepertinya..?” ujar Tedy.
“ Bagaimana kamu bisa tau..”
“ Itu bisa aku lihat dari mata kalian..”
“ Siapa nama kamu nak, ?” tanya sang ibu.
“ Saya Anton, ini adik saya Angel. Kami ini kakak beradik,”
“ Dimana orang tua kalian..?” tanya sang ibu,
“ Ibu sudah meninggal dan ayah pergi menghilang..” jawab Angel sedih.
Tedy menatap sang ibu, ia tampak murung. Sang ibu memberikan uang yang sama besarnya saat mereka pernah berjumpa sebelumnya.
“ Kami pergi dulu ya, senang berjumpa dengan kalian..” ujar Tedy.
Kedua anak yang bahagia itu melambaikan tangan sambil mengucapkan terima kasih. Di dalam mobil Tedy termenung dan bertanya pada sang ibu.
“ Ibu mereka sangat miskin dan menderita, tapi mereka begitu bahagia. Mengapa kita yang hidup kaya dan berlimpah tidak pernah merasakan kebahagian seperti itu dan yang terjadi malah aku harus menderita karena jantung kecil ini yang sudah tidak kuat berdenyut..”
“ Anakku sayang, semua kehidupan sama saja. Yang terpenting kamu percaya Tuhan menakdirkan kehidupan setiap umatnya dengan penuh tujuan..”
“ Mereka anak-anak yang malang bu, aku akan berdoa kepada Tuhan agar mereka selalu dilindungi..”
“ Berdoalah nak..”
Angel dan Anton begitu bahagia, mereka langsung pergi berlari membeli eskrim yang selalu mereka lihat di depan papan iklan. Mereka hendak membawa eskrim tersisa itu pulang untuk makan dirumah. Di dalam perjalanan pulang, Angel bertanya kepada sang kakak,
“ Kak, nama anak itu siapa ya? Kenapa dia kalau ngomong pake alat aneh di mulutnya..”
“ Namanya Tedy.. kakak juga tidak tau kenapa? Sekarang kita pulang dulu..”
“ Kak kejar aku ya.. siapa yang sampai di rumah boleh makan eskrim sisanya paling banyak.!”
“ Angel jangan lari..”
Angel berlari sambil membawa eskrim tanpa melihat sepeda motor yang melaju dengan cepat dan langsung menabraknya. Eskrim itu terjatuh bersama tubuh Angel yang penuh luka dan darah berceceran. Anton hanya bisa mendekati sang adik sambil menangis dan meminta tolong, Pengemudi motor melarikan diri dan beberapa orang yang peduli akhirnya membawa gadis malang itu menuju rumah sakit terdekat.
***
Di tempat lain, saat pulang ke rumah. Tedy merasa sakit di dada tak tertahakan hingga berteriak histeris, segera saat itu ia dilarikan menuju rumah sakit. Kedua orang tuanya begitu cemas dengan kondisi Tedy. Dokter mendekati mereka dengan wajah cemas karena saat ini jantung milik Tedy benar-benar sudah hanya berfungsi 20 persen saja. Dengan penuh wajah cemas Dokter berkata.
“ Kami sedang berusaha mencari jantung yang sehat untuknya, tapi anak anda masih terlalu kecil. Sangat sulit mencari donatur yang mau melakukan donor..kalaupun ada dipasar gelap, kami harus membawa anak anda ke China, itu pun kami tidak yakin dan harus menunggu.”
“ Dokter.. kami terus berdoa agar semua berjalan dengan kehendak Tuhan..” kata Ayah Tedy.
Sementara itu.
Anton berdiri menatap sang adik yang terbaring di rumah sakit, mulut sang adik terus mencari sang kakak,
“ Kakak disini..Angel jangan takut ya..”
“ Kak eskrimnya mana.. eskrimnya mana.”
Anton hanya bisa bersedih hati, sang adik terus berhalusinasi tentang eskrim yang ingin mereka nikmati. Dokter mencari orang tua anak, tapi hanya Anton yang muncul. Angel mengalami patah tulang kaki dan geger otak. Ia harus segera di operasi, Dokter meminta Anton untuk mencari dana agar operasi bisa dijalankan. Anton yang kebingungan hanya bisa berlari pulang bertemu dengan bosnya, seorang mafia anak jalanan yang memelihara mereka, Anton memohon bantuan kepada pria yang dipanggil bos itu.
“ Bos, adik aku butuh uang,. Dia harus dioperasi..bantu aku bos, kalau tidak, Angel akan mati..”
“ Bos tidak punya uang, hasil jeripayah ngamen kamu aja udah bikin bos nombok uang hidup kamu. Gak bisa!!”
“ Bos aku janji akan ganti secepatnya, aku mohon bos..” kata Anton menangis.
Bos hanya memperhatikan setengah hati permintaan Anton dan Tiba-tiba bos kedatangan tamu, Anton diusir keluar. Perbicangan itu mengarah pada sebuah perjanjian bisnis dengan tamunya. Anton disuruh masuk ke ruangan, ia tidak mengerti orang itu memeriksa tubuhnya dengan teliti dan mengatakan kalimat terakhir “ Bagus dan cocok” setelah itu pergi dengan penuh senyum. Bos memeluk Anton sambil berkata.
“ Kamu mau adik kamu selamat?”
“ Iya bos.”
“ Kalau begitu kamu harus berkorban, kamu harus ikutin mau bos.. bos janji adik kamu bakal sembuh. Dijamin..”
“ Bos janji..”
“ Yup, ini uang buat bayar muka biaya rumah sakit adik kamu, kamu kasih ke Dokter itu, setelah itu sisanya bos bayar kalau kamu uda turuti mau bos, sekalian kamu jenguk adik kamu soalnya besok kita mau pergi jauh, biar ntar adik kamu diurus sama orang bos! Ok!”
Anton menerima uang itu tanpa pernah tau apa yang diinginkan sang bos, Dokter menerima uang itu dengan bingung tapi langsung melakukan pertolongan kepada sang adik. Anton mendekati sang adik yang terbaring,
“ Angel kakak harus pergi, kalau sudah selesai kerjaan. Kakak bakal kembali lagi, Angel cepat sembuh dan jangan nakal ya.. kakak janji pulang bawa eskrim buat kamu..”
“ Kakak mau kemana?”
“ Kakak mau ikut bos, kamu istirahat ya..”
“ Kak, jangan lama-lama ya. Angel takut sendirian..”
“ Baik, kakak janji. Kalaupun kakak tidak kembali cepat, percayalah kakak akan kembali suatu saat dengan cara apapun sama kamu. Hidup atau mati kakak akan selalu ada di dekatmu..”
“ Kakak..jangan pergi?”
“ Kakak harus pergi, Angel janji ya cepet sembuh dan kelak jadi orang besar dan sukses!!”
“ iya..” kata Angel menitihkan air mata.
Angel menangis membiarkan sang kakak pergi. Ia memasuki ruangan operasi. Anton bersama bos pergi kesebuah tempat dimana terdapat ruangan aneh yang dipenuhi oleh alat-alat kedokteran.
“ Kita mau ngapain disini bos?”
“ Kita akan melakukan sebuah pekerjaan, tapi tenang saja perkerjaan ini akan membuat adik kamu bisa cepat keluar dari rumah sakit dengan selamat. Sekarang kamu ikutin saja apa kata orang itu”
Orang asing itu mendekati Anton, ia menutup mulutnya dengan kain diisi obat bius dan beberapa saat kemudian ia tertidur. Anton tak pernah tau kalau ia terjebak dalam sebuah organisasi penjualan organ tubuh, ia pun dibunuh dengan mengambil semua organ-organ tubuhnya yang berguna, bos yang kejam itu mendapatkan uang dengan perbuatan yang sangat jahat dengan menjual organ Anton. Maka pergilah Anton dari dunia ini untuk selamanya.
Tedy yang mulai sekarat mendapatkan informasi kalau jantungnya telah ia dapatkan. Mereka pun membawa jantung sehat itu ke China untuk melakukan operasi. Ia tidak akan pernah berpikir kalau jantung itu didapatkan dari organisasi terlarang yang merampas hidup Anton untuknya. Dan setelah itu operasi pencangkokan pun dijalani dan membawa kesuksesan, sejak saat it Tedy bisa hidup dengan baik dari sebelumnya sebagai orang normal.
***
Angel mulai bingung dengan keberadaan sang kakak, pihak rumah sakit tidak lagi mengerti siapa yang akan menanggung biaya hidup sang gadis cilik. Bos melanggar janjinya untuk membayar uang rumah sakit sesuai perjanjian dengan Anton. Beruntung media cetak mendengar nasib malang dari Angel, ia pun diselamatkan oleh berbagai berita yang mengisahkan keberadaan gadis malang sepertinya. Seorang wanita kaya menolong Angel dan berpikir panjang untuk menjadikan Angel sebagai anak angkat dan membawanya pergi dari Indonesia untuk hidup baru di Amerika.
Tapi Angel selalu menangis mencari sang kakak, sang ibu baru kemudian melapor ke Polisi untuk mencari sang kakak. Ia mendapatkan berita milis tentang Anton, tapi tidak ingin memberitahu Angel penyebab kematian sang kakak dan beralasan kalau sang kakak telah bersama sang ayah angkat baru diluar kota, hingga akhirnya Angel pun pasrah dan menerimanya kemudian berangkat ke Amerika hingga ia dewasa. Bos bersama sindikatnya di tangkap dan dipenjarakan akibat perbuatannya. Angel pun tumbuh dewasa dan perlahan mulai hidup tanpa merasakan kehadiran sang kakak. Ketika ia mengijak 15 tahun, ia baru mendapatkan berita itu dari sang ibu. Sang kakak telah meninggal karena perbuatan kejam orang jahat.
Kini ia seorang diri di dunia ini, tapi janjinya pada sang kakak untuk menjadi orang besar tidak pernah berhenti. Ia hidup dengan tekun dan mengambil jurusan hukum. Ketika ia mulai dewasa ia jatuh cinta pada seorang pria satu kampusnya.
Dan pria itu adalah Tedy yang dulunya sempat berkenalan dengan mereka di lampu merah. Takdir telah mempertemukan mereka seolah ingin menjalankan janji terakhir sang kakak pada sang adik.
“ Hidup atau mati, kakak akan selalu dekat bersamamu.”
Tedy dan Angel pun menikah tanpa pernah tau mereka telah dipersatukan oleh takdir.
Tamat
Kejujuran adalah bagian yang nyata dalam kehidupan Belajar lah jujur dari hal yang sangat kecil , dan belajar lah mengenal dan menjauhi kebohongan untuk memperoleh kesenangan hidup Hidup hanya satu kali untuk senang dan untuk music
Selasa, 28 Agustus 2012
Kenapa Aku Cinta Kamu
Kenapa aku cinta kamu?
Hari ini, hari terakhir masuk sekolah sebelum liburan akhir semester tiba. Tentu saja hari ini juga hari pengambilan rapor, dan ini menentukan apakah aku bisa berlanjut ke kelas 9 atau tidak.
Pukul 06.30 aku sudah menjejakkan kakiku di sekolah yang cukup difavoritkan di kotaku ini, belum banyak siswa yang datang, tapi aura keramaian sudah terasa karena sekolahku berada di daerah yang ramai. Aku berjalan pelan menuju kelasku yang berada tak jauh dari gerbang. Pintu kelas sudah terbuka, aku segera masuk ke kelas dan duduk dibangkuku yang ada disamping jendela. Udara sejuk khas pagi hari menyeruak masuk ke kelas yang baru diisi olehku dan beberapa teman lainnya. Mataku terarah pada pemandangan di luar jendela yang langsung berhadapan dengan jalan raya, tiba-tiba saja pandanganku terhalang oleh seseorang. Itu Ray.
“Pagi Cha.. sudah datang kamu rupanya” ucapnya dari depan jendela, aku tersenyum lalu menjawab, “Ya seperti yang kamu lihat” Ray tersenyum menanggapi ucapanku, ia berjalan memasuki kelas, menuju ketempatku duduk dan ia duduk didepanku.
“Kurasa ini waktu yang tepat, bolehkan aku bicara sedikit dengamu ?”
“Tentu saja Ray”
“Jadi begini Cha, aku sudah tau kamu menyukaiku atau apalah kamu mau menyebutnya..” aku terkejut dengan ucapan Ray, dan kurasa ekspresiku sangat jelas sampai-sampai dia menunda bicaranya.
“Tak apa, lanjutkan Ray”
“Ok, jadi aku hanya ingin tanya padamu, kenapa kamu mencintaiku Cha?”
“Kenapa? Kenapa aku mencintaimu? Aku tak bisa menjawab itu Ray, karena aku juga tak tau kenapa aku mencintaimu. Kalau karena wajahmu, bukan. Pesonamu, juga bukan. Kepintaranmu, bukan. Entahlah aku juga tak mengerti kenapa aku mencintaimu”
“Ku anggap itu sebagai jawaban Cha”
Ray langsung pergi setelah mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba saja pikiranku bermain. Apa yang baru saja terjadi? Apa yang dikatakan Ray? Apa yang kukatakan? Apa maksud semunya?
***
Bel sekolah telah berbunyi, laporan hasil belajar sudah ditangaku. Hasilnyapun cukup memuaskan bagiku. Setelah berpamitan bersama teman-teman, aku segera berjalan pulang. Baru saja aku keluar kelas, aku sudah dihadang lagi oleh Ray. Entahlah apa yang akan ia katakan lagi.
“Acha, boleh aku minta waktumu sebentar?”
“Tentu saja Ray, sebelum kita tak bertemu selama tiga minggu”
“Tentang yang tadi pagi, aku hanya ingin memastikan apa kamu benar-benar tulus mencintaiku. Dan dari jawabanmu tadi, kurasa kamu benar-benar tulus mencintaiku. Jadi bagaimana kalau kita berpacaran?”
Apa yang baru saja Ray katakan? ‘Bagaimana kalau kita berpacaran?’ Apa Ray benar-benar berkata seperti itu? Katakan padaku ini bukan mimpi! Aku memang benar-benar mencintai Ray dari pertama aku bertemu dengannya, tapi aku tak pernah berharap bisa menjadi pacarnya. Dan sekarang ini hal yang tak pernah kuharapkan itu terjadi? Tak mungkin Ray serius, aku dan dia hanya bersahabat, bersahabat dan tak lebih.
“Acha? Bagaimana? Kamu mau tidak menjadi pacarku?”
“Eh.. Ray? Apa kamu tak salah? Bukankah kita selama ini bersahabat? Sa-ha-bat?”
“Ya.. aku tau, tapi sahabat menjadi cinta bukankan bisa terjadi?”
“Hmm.. ya itu memang bisa terjadi”
“Jadi? Apa kamu mau menjadi pacarku?”
“Kamu cari saja sendiri jawaban itu”
Aku berjalan meninggalkan Ray yang masih mematung disana, aku sengaja berakata seperti tadi karena aku juga ingin tau apakah Ray juga tulus mencintaiku.
***
Seminggu sudah liburan beralalu, tapi aku belum mendapat kabar tentang Ray sama sekali. Mungkin saja ia hanya bercanda soal menjadi pacarnya itu.
Hari ini aku hanya bersantai di kamarku sambil menbaca novel terjemahan yang baru saja kubeli kemarin sambil mendengerkan lagu-lagu Bruno Mars. Aku terlalu asik mungkin, sampai-sampai aku baru sadar jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Aku memutuskan untuk tidur, tapi tiba-tiba Hpku berbunyi. Ada telfon masuk, dari Ray.
“Hey Acha.. bisakah kamu keluar sekarang?” ucapnya dari seberang sana.
“Baiklah, tunggu sebentar ya Ray”
Aku berjalan keluar menuju halaman depan rumah. Entahlah apa yang ada dipikiran Ray, datang keruamh orang malam-malam begini.
“Hey Cha!” serunya dari depan gerbang rumahku.
“Ada apa Ray malam-malam begini?” ucapku setelah berdiri didepannya.
“Aku sudah tau kalau kamu mau menjadi pacarku”
“Dari mana kamu mengetahuinya?”
“Dari tatapan matamu waktu aku menembakmu. Maaf aku baru menemuimu sekarang, tapi ini kulakukan dengan sengaja agar kamu bisa melihat bukti cintaku”
“Hah? Bukti cinta? Apa bukti cintamu Ray?”
“Kamu tau ini tanggal berapa?”
“Hm.. 22 Juni? Ooh tidak hari ini aku berulang tahun”
“Yaa.. aku tau itu. Maka dari itu aku menemuimu sekarang, karena aku tau di ulang tahunmu yang ke 14 kamu ingin merasakan cinta bukan? Dan kamu mendapatkannya”
“Ray.. terima kasih kamu telah mewujudkan keinganku”
“Sama-sama Cha, dan mulai sekarang kita resmi berpacaran bukan?”
“Tentu saja Ray”
Ray menarikku dalam pelukannya, udara malam yang dingin membuatku merasa sangat hangat dipelukannya Ray. Aku mempelajari banyak hali baru, tentang cinta pada pandangan pertama, dan sahabat jadi cinta. 22 Juni 2011 akan menjadi malam yang tak akan pernah kulupakan, terima kasih Ray, aku mencintaimu. Ku harap kita bisa bersama melewati hidup ini sampai nanti kita berpisah karena takdir, aku benar-benar mencintaimu, ini bukan cinta monyet, ini cinta yang sebenarnya, aku cinta kamu, benar-bena cinta kamu.
***
Senandung Malaikat @CERPEN@
'' Shilla ! Shilla ! Shilla '' riuh suara penonton meneriaki nama penyanyi muda ini
'' SIAPA YG MAU SHILLA XD ?! '' Tanya presenter
'' KITA !! \(´▽`)/ SHIVERS !! SHILLA SHILLA SHILLA !!! '' Mereka memanggil tambah kencang
*backstage
'' Shill, kamu udah dipanggil penonton tuh, ayook '' suruh Mbak Uchie manager Shilla
'' Oke mbak, gimana aku udah cantik belom ? '' Tanya Shilla
'' Kamu selalu cantik, udah sana ''
Shilla langsung melesat menuju panggung, saat ini ia sedang menghandiri salah satu konser musik, walaupun ia masih baru di dunia permusikan Indonesia, tetapi namanya dan albumnya cukup digemari anak anak remaja seusianya, karena sebagian lagu di albumnya ini asli ciptaan Shilla sendiri
'' Hey Shivers kangen Shilla ? '' Tanya Shilla yg sudah di atas panggung
'' MISS YOU SHILLA '' ujar penonton serentak
'' Aku juga kangen kalian (✽^⌣^✽) '' ujar Shilla
'' SHILLA ! SHILLA ! SHILLA ! ''
'' Tenang ya sekarang kita gemparkan Jakarta ! \m/ ''
'' WOOOO \m/ '' teriak penonton
Shilla pun mulai menyanyi diiringi alunan musik ~
♪ ♪
Seperti menjamah, boneka terindah, waktu aku mengenalmu
Ku buat kau buta, dengan pesonaku ♪
Tersesatkau karena kilau mu ..
Kuajak kau melayang tinggi ♪
Dan ku hempaskan ke Bumi
Ku mainkan sesuka hati ♪ lalu kau ku tinggal pergi
Aku tertawa melihat kau luka, kau terpuruk di kaki ku ♪
SKIP »»»
'' Shill .. '' Panggil Via
Shilla menoleh, '' Kenapa Vi ? ''
'' Entar lo ada job gak ? ''
'' Nanti malem sih kayanya ada, emang knp ? ''
'' Nanti lo mau gak kita wawancarain sebentar buat mading '' ujar Via yg memang salah satu anak mading di sekolah mereka
'' Boleh kok ''
'' Beneran nih ? Asiik \(´▽`)/ ''
Sekitar pukul 3 sore, Shilla sudah selesai di wawancarai, ia berniat pulang
'' Hallo pak Ony '' ujar Shilla di telfon
'' Iya ada apa ya non ? ''
'' Shilla udah pulang nih pak, tolong jemput yah ''
'' Aduuh maaf non, mobil lagi mogok, ini aja saya ada di bengkel non ''
'' Mogok ya ? Lama gak ? ''
'' Waah saya kurang tau nih non ''
'' Ya udah deh, Shilla naik taksi aja yah pak nanti gak usah jemput ke sekolah lg ''
'' Beneran non ? Gak papa ? '' Tanya Pak Ony
'' Engga papa kok pak ''
'' Heem, ada taksi gak ya, kayanya harus kedepan deh -.- '' ujar Shilla
Sekolah Shilla memang ada di dalam daerah kompleks pertokoan, jika ingin mencari kendaraan umum harus berjalan beberapa meter ke jalan depan
Shilla berjalan sendiri ke jalan depan, ia merasa ada seseorang yg mengikutinya dr belakang, seorang laki laki seumuran dengan dia
Ngapain sih itu cowo ngikutin aku ._. Batin Shilla
Cowo itu lama lama semakin mendekat, Shilla pun berbalik badan
'' Heh ! Kamu ngapain sih ngikutin aku ?! '' Tanya Shilla sok berani
Cowo itu hanya celingukan
'' Lo ngomong sama gue ? ''
'' Iyalah, siapa lagi ?! '' Shilla mulai nyolot
'' Ooh, gue engga ngikutin lo ya ! Gue cuma mau jalan kedepan ! '' Ujarnya
'' Ya udah, kamu jalan duluan dong ! '' Suruh Shilla
'' Iih cewe gila ya lo, (‾_‾) '' ujar cowo itu langsung meninggalkan Shilla
Apaan sih itu cowo -.- batinnya
Lalu ia melanjutkan berjalan kedepan, tidak berselang beberapa lama, Shilla didekati oleh 2 laki laki yg seperti preman
'' Hy cewe, mau kemana ? Sendiri aja nih ''
'' Eeh kok diem aja sih '' ucap salah satu preman sambil mencolek dagu Shilla
'' Apaan sih ?! Gak usah nyolek nyolek deh ! '' Bentak Shilla
'' Wiih marah, tambah cantik aja ''
'' Ikut kita yuuk ''
Shilla hanya diam
'' Udah gak usah malu, ikut kita yuuk '' ajak salah 1 preman, menarik tangan Shilla
'' Gak ! Tolooong !! Tolooong ! '' Teriak Shilla
'' Udah ikut !! '' Teriak preman tersebut, tetapi ..
DUKK !! Salah satu preman jatuh tersungkur
'' Heeh ! Lepasin ! '' Ujar sebuah suara dr arah belakang
'' Mau apa lo ?! Hajar ! '' Ujar si Preman
Mereka bertengkar, tetapi untungnya laki laki yg menolong Shilla ini pandai bertarung, sampai kedua preman itu kabur
'' Hey, ma .. makasi ya ._. '' Ujar Shilla
'' Ya, sama sama, makanya kalo disini jangan jalan sendirian apalagi lo cewe '' ujar nya sambil berlalu cuek
Setelah laki laki itu berjalan agak jauh, Shilla kembali memanggilnya
'' Nama kamu siapa ? ._. '' Tanya Shilla sedikit berteriak
'' Panggil aja Cakka ''
'' Ooh oke, makasih ya ''
Penampilan kaya preman, tapi hatinya kaya malaikat ._. batin Shilla
SKIP »»»
Keesokan harinya, di sekolah
'' Vi .. Aku kemaren ketemu Preman Malaikat ! '' Ujar Shilla antusias
'' Preman Malaikat ? '' tanya Via
'' Iyep ! ''
'' Maksud lo apaan sih ? ''
Shilla pun menceritakan kejadian kemarin
Tanpa sengaja Cakka lewat di depan Shilla dan Via
'' Eem, Cakka ya ? Yg kemaren makasih ya '' ujar Shilla
'' Berapa kali sih lo bilang makasih ? '' Tanya Cakka cuek
'' Ya aku engga enak aja ._. ''
'' Gue udah terima makasih lo kok '' jawab Cakka berlalu begitu saja
'' Baik banget ya ( ื▿ ืʃƪ) '' ujar Shilla
'' Shilla .. Lo budek ato buta sih ?! Cuek gitu lo bilang kaya malaikat ''
'' Tapi dia kan udah nolongin aku Via ._. '' Ujar Shilla
'' Mending lo jangan deket deket deh sama dia, anaknya kaya preman gt ''
'' Tapi Vi .. ''
'' Gue nyaranin aje ye, mending jangan terlalu deket ''
Shilla hanya diam mencerna kata kata Via
*Pulang sekolah
Shilla baru keluar dari toilet dan tidak sengaja mendengar suara biola dari ruang musik, ia berhenti untuk mengintip, Shilla terperangah ternyata yg bermain biola itu Cakka
Ckck, emang bener nih penampilan preman hati malaikat ( ื▿ ืʃƪ) batin Shilla
Lalu Cakka keluar tiba tiba
'' Ngapain lo ? '' Tanya Cakka cuek
'' Haa, aku .. Aku .. '' Jawab Shilla gelagapan
Cakka malah meninggalkan Shilla
'' Eeh kamu bisa gak sih kalo diajak ngomong gak asal maen pergi gt ?! '' Tanya Shilla
'' Gue emang gini '' jawab Cakka
Cakka meninggalkan Shilla lagi
'' Eeh tunggu .. '' Karena saking ingin mengejar Cakka, Shilla berlari tp dewi fortuna tidak memihaknya, Shilla jatuh
BRUUK !
'' Adduuh ''
Cakka menoleh dan menghampiri Shilla
'' Lo ngapain sih lari lari ?! '' Tanya Cakka
'' Aku mau ngejar kamu ._. ''
'' Cewe bego ya lo -.- lo yg biasanya dikejar sm fans fans lo, eeh sekarang malah lo yg ngejar fans '' ujar Cakka cerewet
'' Udah deh, bantuin dong ''
'' Nyusahin ya -__- '' ujar Cakka
'' eem, yg ditangan kamu itu biola Stradivarius bukan ? '' Tanya Shilla
'' Ini ? Iya '' jawab Cakka
'' Waah, kamu beli dimana ? Itukan langka bgt ''
'' Ini kenang kenangan dari kakek gue ''
'' Beruntung bgt kamu, aku nyari itu biola sampe muter muter engga dpt jg -,- '' Shilla curcol
'' Lo suka bgt sama ini biola ya ? '' Tanya Cakka
Shilla mengangguk
'' Eeh kaya nya lo udah di jemput tuh '' ucap Cakka
'' Ooiya, eem Cak .. '' Panggil Shilla
'' Panggil Kka aja '' suruh Cakka
'' Kka, boleh bagi nomer handphone ? ._. Siapa tau kita bs tuker tukeran info ttng biola '' Shilla beralasan
'' Boleh, 08********** ''
'' Makasih yah, aku pulang dulu '' pamit Shilla
*dirumah Shilla
'' Ternyata Cakka gak cuek cuek bgt kok '' ujar Shilla senyam senyum
'' Shill .. '' Panggil Mbak Uchie
'' Kenapa mbak ? ''
'' Km dapet job besar nih, manggung di salah satu acara terbesar tahun ini ''
'' Waah, asiik dong \(´▽`)/ ''
'' Kamu bisa kan ? ''
'' Emng kapan mbak ? ''
'' Tanggal 25 july ''
'' Eem bisa kok ''
SKIP »»»
Seminggu kemudian
'' Ashilla '' panggil ketua Osis sebut saja Iyel
'' Iya, kenapa kak ? ''
'' Eem, km bisa gak ngisi acara buat pensi sekolah ? Emang sih bayarannya engga gede gede bgt, tp yah kita usahain deh '' ujar Iyel
'' Mau banget kak, gak usah dibayar juga gak apa apa kok '' ujar Shilla
'' Aah kamu, kalo kamu bisa tampil, siapa tau pendapatan kita lebih banyak '' ujar Iyel
'' Semoga deh, semoga aku bs bantu dikit dikit ''
'' Buat tgl pensi nya kita belom tau, apa km bener bener bisa ? ''
'' Pasti dong kak, kalo buat sekolah aku pasti bisa \(´▽`)/ ''
'' Hehe, ya udah deh, makasih banyak yah '' ujar Iyel
'' Sama sama kak ''
Berita ini cepat sekali menyebar, sampai penjualan tiket naik pesat
'' Shill, hebat bgt deh lo '' ujar Via
'' Emg aku knp ? '' Tanya Shilla
'' Gara gara lo, tiketnya ludes kejual '' jawab Via antusias
'' Pensinya tgl brp sih ? ''
'' Tanggal 25 July '' jawab Via
Waa, harinya sama dengan aku ngisi acara jg, tp pasti bisa kok, aku coba atur aja batin Shilla mantap
Sesampainya dirumah, ia langsung melapor ke pada managernya kalau hari yg bersamaan dengan ia mengisi acara di televisi, ia juga diminta untuk tampil di pensi sekolah
Mbak Uchie sudah mengatur semuanya
'' Udah mbak atur nih Shill ''
'' Mbak yakin aku bisa sampai tepat waktu ? '' Tanya Shilla ragu ragu
'' Bisa kok, paling kalo Bandung - Jakarta cuma beberapa jam terus kalo macet ya segini, pokoknya udah mbak itung itung deh ''
'' Sip deh mbak ''
Makin hari, Shilla semakin dekat dengan Cakka, tiba saat pensi tgl 25 July
'' Shill, lo yakin bisa ? '' Tanya Via
'' Yakin kok Vi, kalo nanti aku telat beberapa menit, mohon maklum aja yah '' ujar Shilla
'' Iya, kita maklum kok ''
Pukul 7 malam, lapangan dekat sekolah Shilla pun sudah dibanjirin oleh lautan manusia yg ingin menyaksikan langsung penyanyi remaja yg saat ini sedang naik daun itu
Waktu yg dinantikan sudah datang, saatnya Shilla tampil tetapi dari tadi, Shilla tidak kunjung tampak
'' Yaampun, Shilla mana sih '' ujar Via masih sambil mondar mandir menunggu Shilla
Penonton sudah tidak tahan lagi menunggu, mereka meneriaki nama Shilla
'' Sabar yah, Shilla pasti dateng kok '' ujar MC menenangkan para penonton
'' SHILLA ! SHILLA ! SHILLA ! '' Penonton semakin rusuh
'' Vi, Shilla mana ? '' Tanya iyel
'' Engga tau jg nih kak, handphonenya gak aktif '' ujar Via cemas
Akhirnya karena penonton lelah menunggu, mereka merusak semua yg ada di tempat itu
Hampir saja ada korban yaitu Via, ia hampir kejatuhan tiang lampu panggung tetapi untung saja Cakka dengan sigap menolong Via
Selama satu jam lebih penonton rusuh ditempat itu, kini waktu menunjukkan pukul 10 malam
Ternyata Shilla baru saja sampai ditempat
'' Kenapa semua gini ? '' Tanya Shilla kaget
Mbak Uchie pun kaget melihat tempat acara pensi ini rusak
" Ini pasti gara gara aku mbak ! " terdengar suara isak tangis Shilla
" Tenang ya Shill, belom tentu ini salah kamu " hibur mbak Uchie
Shilla hanya tertunduk lemas
" Yaudah yuk pulang " Akhirnya Shilla meninggalkan tempat pensi masih dengan suara isaknya
*besoknya
" kenapa semua ngeliatin aku ky gitu sih ? ._. " tanya Shilla pada dirinya
semua menatapnya dengan tatapan sinis
lalu datang 3 orang yg terlihat sangat tidak suka dengan Shilla
" Heh ! gara gara lo, pensi sekolah kita batal ! "
" Semua penonton ngerusuh gara gara lo gak dateng ! liat nih temen gue, gara gara lo kepalanya diperban ! " teriak Zevana
" kenapa salah aku ? " tanya Shilla
" lo gak perlu tau ! dan semua anak disekolah ini benci sama lo ! " ucap Dea yg langsung meninggalkan Shilla begitu saja
Shilla hanya menunduk dan tidak sengaja menabrak sesorang
BRUK !
laki laki itu hanya melihat Shilla sekilas dan pergi dengan cueknya
Cakka .. ._. batin Shilla
" Vi, semuanya marah ya sama aku ? ._. " tanya Shilla
" gue gak tau jg Shill, emg sih gue akuin gue jg sedikit kesel sm sikap lo yg ingkar janji sama kita :( " jawab Via
" tapi kemarin aku bener bener dateng kok, tp telat "
" karna lo telat itulah, semua penonton ngerusuh dan sekolah kita rugi "
" maafin aku yaaa :'( " jawab Shilla sambil menangis
" sabar aja ya :') "
selama beberapa bulan Shilla dijauhi oleh teman teman di sekolah nya terkecuali Via dan Cakka, ya Cakka semakin lama, semakin dekat dengan Shilla, dimana ada Shilla, pasti ada Cakka :)
" Shill, mending lo minta maaf ke semua anak di sekolah deh " usul Cakka
" tapi Kka .. aku gak tau harus minta maaf gimana ? :( "
" gini aja .. " Cakka lalu membisikan sesuatu ke Shilla
SKIP >>>
" Temen temen, malam ini Shilla mau minta maaf ke kalian atas semua kesalahan Shilla di pensi sekolah berbulan bulan yg lalu :"(, Shilla gak maksud ingkar janji, tapi Shilla memang lagi kepepet waktu saat itu :( Shilla dateng kesini, tp semua udah gak ada, tempat ini berantakan :( makanya malam ini Shilla ngadain acara ini untuk semua yg udah Shilla buat marah, Shilla minta maaf yg sebesar besarnya :) Shilla harap kalian semua memaafkan Shilla dengan iklas :') " ujar Shilla panjang lebar
ternyata Shilla membuat acara pensi untuk sekolahnya, tanpa mendapat bayaran, semua biaya ditanggung oleh Shilla dan untung saja semua bisa menerima permintaan maaf Shilla :)
semenjak itu, semua masalah Shilla hilang :) ia menjalani hari hari sebagai artis remaja biasa seperti dulu lagi
" Shill, ada produser yg menawari kamu untuk membuat show di 8 kota, termasuk Jakarta dan Bndung :) apa kamu mau ? " tanya mbak Uchie
" Show ? acara ku sendiri mbak ? :D di 8 kota ? aaaaaaaaaaa mauuuu " ujar Shilla girang
" kamu yakin :) ? "
" yakin mbak ! " jawab Shilla mantap
" kalo gitu mulai minggu depan kamu harus latian extra ya, dua bulan lagi tour kamu akan diadakan "
" sip mbak :D "
" Viiiiaaaaaaaaaaaaaaaaa, aku mau tour ! tour ke 8 kota di Indonesia :D " ujar Shilla semangat
" yg bener lo Shill ? :O weeh, gue salut sama lo ! " ujar Via
" hihi :3 "
" oyaaa, lo udah bilang sama Cakka ? " tanya Via
" belom, kalo gitu gue bilang sama dia dulu ya :3 daaa " Shilla meninggalkan Via dengan senyum mengukir wajahnya
" Kka .. :D " panggil Shilla
" eeh Shill, knp ? " tanya Cakka
" lagi dua bulan aku mau tour kka :) "
" wah selamet ya :) "
" iyaaa, kamu baik baik ya disini :) " ujar Shilla
" kamu juga jaga kesehatan yah disana :) " jawab Cakka
Shilla hanya mengganguk
" eem, aku juga mau pergi kok " ujar Cakka
" kemana ? "
" Singapure, mama aku sakit disana "
" jauh bgt ._. semoga cepet sembuh ya kka :) " ujar Shilla
Cakka hanya mengacak acak rambut Shilla ._.
2 bulan telah berlalu, saat nya Shilla berpamitan
" Kka, aku pamit yah :) " ujar Shilla
" oya, bawa ini yah " ujar Cakka menyodorkan sebuah tas biola
" inikan biola kamu ? "
" iya :) aku pengen ngasi ke kamu, kecewe yg aku sayang, aku bangga sama kamu, anggep aja ini hadiah dari aku buat kamu, karena karier kamu semakin bagus :D " jawab Cakka
" beneran buat aku ? makasih ya :D "
" aku jg mau pamitan :) "
" kita bisa ketemu lagi kan ? " tanya Shilla aneh
" yakin, bisa ! " jawab Cakka mantap
" kamu bakal nonton show ku yg di Bandung kan ? " tanya Shilla
" iya :) " jawab Cakka tersenyum manis
setelah itu, tour Shilla dimulai dan Cakka juga berangkat ke Singapure
selama tour Shilla sangat bersemangat, ia tidak sabar untuk tour terakhirnya yaitu di kota Bandung, kota kelahirannya
Tour terakhir - Bandung
" yaaampun Shilla mana sih ?!!!!! " mbak Uchie sibuk mencari Shilla kemana mana
Shilla ngaret dr waktu nya -_____- ckck sampai akhirnya terlihat lah Via berlari membawa tas biola Shilla
" Vi, Shilla mana sih ? "
" sabar mbak, Shilla bilang dia butuh waktu lg 5 menit untuk siap siap " jawab Via
" terus ngapain km bawa tas biola Shilla ? "
" Shilla yg nyuruh, dan gak ada yg boleh buka sebelum dia ygbuka ._. " jawab Via
" yaodah, kamu duduk disitu aja, kayanya kamu cape -____- "
" BANGET MBAK !!!! "
5 menit berlalu, Shilla sudah ada diatas panggung dan siap untuk bernyanyi
" HEEEEEY SEMUAAAA :) " teriak Shilla
" HEEEEEEY SHILLLA :D " ujar penontn
" Siap nyanyi bareng Shilla ? \m/ "
" SIAAAAP ! "
" musik :D " ujar Shilla yg lalu diikuti oleh iringan musik beat
Shilla sudah menyanyikan 6 lagu di album barunya, hanya tinggal 1 lagu lagi yg akan dinyanyikan oleh Shilla
Shilla bersiap siap dibelakang panggung
Shilla terlihat sangat cantik dengan balutan dress putih selutut yg anggun
" Biola aku mana ? " tanya Shilla
" nih Shill "
" makasih ya Vi :) "
" kamu bakal nyanyi apa ? "
" Ada deh ;) "
" ini lagu Shilla ciptakan untuk orang yg Shilla sayang, yg mungkin engga bakal Shilla lihat lagi :') " ujarnya disertai dengan alunan Biola yg ia mainkan
ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
sungguh berat terasa menyadari semua
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya
inginku mengejar dirimu
menggenggam erat tanganmu
sungguh ku tak rela
ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya
takkan pernah ku lupakan dirimu
takkan sanggup ku lupakan semua
Riuh tepuk tangan terdengar menggema di penjuru gedung
Shilla hanya tersenyum melihat semua penonton senang dengan lagunya itu
*backstage
" Shill, mau kemana ? " tanya Via
" aku cuma pergi sebentar kok " Shilla langsung berlari meninggalkan Via
" Kka .. " panggil Shilla
" Shill :) " jawab Cakka
" kamu ingkar janji sm aku, katanya kamu bakal nonton aku ? :( "
" maaf ya, aku engga bisa nonton km tadi "
" kamu kemana aja ? "
" aku lagi sakit, jadi dari tadi aku duduk disini aja "
" kamu sakit :( "
" engga apa apa kok :) malem ini kamu cantik bgt :) " ujar Cakka
" makasih ._. kamu juga kok :) "
" tadi aku sempet denger nyanyian terakhir kamu, kamu mainin biola aku ya ? "
" iyaaa :D itu lagu buat kamu :) "
" aah jd malu, sampe aku dibuatin lagu ._. " ujar Cakka
Shilla hanya tersenyum " Kka, boleh kan Shilla peluk kamu ? Shilla kangen bgt sama kamu "
" boleh, sinih :3 " ujar Cakka
Shilla memeluk Cakka sangat erat
" Shill, udah dulu ya, aku gak bisa lama lama, tapi pasti aku sering jengukin kamu kok :) " ujar Cakka
" kamu mau kemana ? " tanya Shilla
" udah dulu yaaa, pokoknya aku cuma mau bilang :) AKU SAYANG KAMU ASHILLA :) " teriak Cakka yg mulai menjauh
" Kka .. Cakka .. CAKKAAAA :'( " teriak Shilla
*backstage
" Vi, Shilla mana ? " tanya mbak Uchie
" gak tau mbak, tapi tas biola nya masih sama aku kok "
BRUUK ! tiba tiba tas biola itu tanpa sengaja terjatuh dan terbuka
" Koran ? " tanya Via
Via lalu membaca sebuah artikel yg dilingkari oleh spidol oleh Shilla
" Engga ! ini gak mungkin ! " Via sedikit histeris
" kenapa Vi ?! " tanya Mbak Uchie
" ini mbak :'( "
" Cakka Kawekas Nuraga ? Cakka ?! " tanya mbak Uchie
Via mengangguk lemas
" Shill, Shillaaaaa " teriak mbak Uchie dan Via yg mencari cari Shilla
ternyata itu adalah sebuah artikel tentang sebuah pesawat penerbangan Singapura - Indonesia yg jatuh dan seluruh awak pesawat beserta penumpangnya tidak ada yg selamat dan di deretan nama penumpang itu telah dilingkari spidol merah oleh Shilla yaitu nama Cakka Kawekas Nuraga yg artinya .. Ya, Cakka tidak mungkin bisa kembali lagi, Shilla pun sudah mengetahui tentang ini tetapi ia mencoba tabah dan akhirnya membuat lagu untuk Cakka yg hanya dibuat 5 menit oleh Shilla :O :') O:)
" Shillaaaaaa !!! " teriak mbak Uchie yg menemukan Shilla sedang pingsan di dekat taman
SKIP >>>
" uhuuk " Shilla batuk karena kedinginan
ternyata jendela kamarnya belum tertutup, ia bangun dan berjalan kerah jendela itu
" aah Cakka ?! " Shilla kaget tetapi langsung tersenyum
" aah, kamu kan udah tenang ya disana :) baik baik ya kka :) Shilla sayang kamu :') " ujar Shilla yg begitu sadar ternyata ia hanya berhalusinasi
***
DESEMBER @CERPEN@
"cha lo bener bener serius pacaran sama ozy ? Cowok g jelas yang lo kenal lewat facebook ??" tanya oik sahabat acha
"yap gue serius,gue sayang sama ozy walaupun ya gue sama dia belum pernah ketemu,lagian gue juga udah tau kok siapa dia,gue udah kenal dia lebih dalam"bela acha
"tau dari mana lo ?"
"gue tuh smsan telfon telfonan,jadi g ada yang musti di curigain kan sama ozy"
#Flashbackon#
" semoga dirimu disana kan baik baik saja untuk selamanya disini aku kan selalu rindukan dirimu wahai sahabat ku"
Begitulah isi note yang dibuat ozy
Ozy men tag note ini ke fb acha "raissa arif"
Acha iseng iseng membaca note ozy dan tertarik
"ahmad note mu bagus banget,ini karangan mu ?"
(rise,rio,ka rian dmasiv minjem lagu rindukan dirimu yaa)haha
Begitu isi coment acha disalah satu note ozy
Coment acha mendapat sambutan dari ozy tapi ozy tidak membalas di note melainkan di inbox
"terima kasih kamu mau like note ku,oh ya jangan panggil aku ahmad panggil aja aku ozy"
"oh ya sama sama zy"
Sejak saat itu ozy dan acha dekat dan mereka mulaai berchat dan akhirnya mereka berpacaran
.sudah 3 bulan mereka berpacaran
#flashbackoff#
Pukul sembilan malam
setelah usai dengan acara belajar nya acha segera menyalakan lapt nya dan mengaktifkan internetnya
www.facebook.com
Klik
Terbuka lah fb nya acha
Segera ia buka chat
Dan disitu ada orang yang acha cari yaitu ozy
Ya mereka selalu berjanjian akan on jam 9 tepatnya setelah mereka menyelesaikan acara belajar mereka
"sayang"sapa acha menyisipkan icon tersenyum :)
"sudah belajarnya ?"jawab ozy menyisipkan icon love
"sudah"jawab acha
"oh ya kita kan lahir dibulan yang sama dibulan desember gimana kalo kita rayain bareng di fb"saran ozy
(achapuccino ultah nya diganti desember yah hhe udah alur cerita maaf ya)
"hmm boleh tuuh"
Mereka terus berchat hingga waktu menunjukan pukul 10 malam
"cha udah dulu ya chat nya ! Kamu harus istirahat " saran ozy
"5 menit lagi" pinta acha
"ya deh"
Akhirnya stelah 5 menit mereka off
sebelum tidur acha memikirkan ozy
"sekarang udah akhir bulan november berarti sebentar lagi ultha ku dan seminggu nya ultah ozy,yeyy"
###paginya disekolah
"hai oiik"sapa acha
"hai miss fb"jawab oik
"hhe"
Acha ssegera meletakan tas nya diatas meja dan duduk disebelah acha
"tau g sih ik ozy mau ngerayain ultah bareng gue!"
"gimana cranya ?"
"di fb ! Udah ultah sama bulan desember jadian desember pula hhee"
"lo beneran percaya sama dia ??"
"PERCAYA 100 % dia tuh baik banget"
'ada sms ada sms'
Suara hape acha yang bersuara doraemon
"tuh kan gue bilang apa dia sms"
Kata acha menunjuk kearah hp
message from: ozy
Cha aku mau pergi main futsal jadi g bisa on dan sms kamu kita ketemuan nanti malam ya jam 9"
Reply to ozy :
Sipp deh zy
###
2 hari menjelang ultah acha
"iih kemana sih tuh orang !! Jangan jangan bener lagi yang dibilang oik dia brengsek"gerutu acha sambil memandang laptop nya
"status nya masih yang kemarin kok"
"berarti dia belom on ??"
"Kemana dia ??"
Acha pun menulis di dinding ozy
"zy kamu kemana aja sih aku telp,aku sms g di bales,sekarang kamu mencoba hilang gitu aja jahat kamu zy!"
Begitu isi wall acha
acha kesaal kesaaal banget sama ozy
###
akhirnya hari kelahiran acha datang
ucapan selamat kepada acha terus berdatangan
Malam nya....
acha membuka facebook nya
1 inbox
Trnyata ozy
"selamat ulang tahun bunga mawar ku yang cantiik maaf disaat kamu ulang tahun aku tidak bisa berkomunikasi dengan kamu !aku harus pergi"
Begitu isi pesannya
"sial tuh cowok,emang yah semua cowok sama aja !"
Acha pun membalas pesan ozy
"jadi gini cara kamu ninggalin aku ?? Pengecut kamu zy"
Ozy mengirim pesan ini pukul 8 malam beda 1 saat acha on
##
disaat ultah ozy
status fb ozy masih yang dulu belum berubah
Acha pun mengklik nama
'ahmad fauzy adriansyah'
betapa kaget nya acha !
Di wall ozy banyak ucapan
Bukan ucapan selamat ulang tahun
Melainkan
Ucapan turut berduka cita
Acha menelusuri lebih dalam wall ozy
Banyak sekali
"zy knapa kamu meninggalkan kami begitu cepat ?? Kenapa ?? semoga arwah mu diterima disisi tuhan zy.semua sikap baik kamu akan selalu kami kenang"
"ka, keke rindu kaka,keke rindu saat kaka nyanyi bareng keke bercanda bareng keke.. Keke g bisa trima kenyataan ini..ka jangan tinggalin keke,keke sayang kaka"
tak kuat acha menahan air matanya
Acha menangis,air matanya semakin menjadi saat melihat kiriman ozy
"acha,ozy harus pergi,ozy harus pergi jauh,jaga diri acha baik baik yah,selamat ulang tahun,ozy sayang acha"
Acha pun segera mencari tahu kepada teman dekatnya yaitu rio
"rio apa yang trjadi sama ozy"
"ozy meninggal cha dia trkena kanker otak stadium akhir"
"gak gak mungkin,ozy sehat buktinya dia bisa main futsal sekolaah"
"selama 3 bulan terakhir ini dia dirawat dirumah sakit penjagaan nya ketat sangat ketat,dan teman satu satunya adalah laptop"
acha g mampu membalas kata kata rio
"selamat jalan zy,semoga arwah diterima disisinya,hilanglah sahabat ku,hilanglah anak teladan disekolah"begitu isi wall rio
Acha mencoba tabah tapii dia g bisaa dia terus menangisi ozy !
secerca cahaya menembus jendela kamar acha
"cha relain aku,aku sayang kamu,kalo kamu kangen aku ini untuk kamu"
"ozzzzy"acha berteriak tangannya menjulur kepada ozy yang lama lama semakin menjauh dari pandangannya,air matanya berlinang deras
arwah ozy meninggalkan sebuah buku,buku itu isinya tentang harian ozy dari ia belum sakit sampai ia sakit
Angin berhembus cepat membawa secerca cahaya itu pergi !
TAMAT
Maav ya kalo ozy nya meninggal (hanya fiktif belaka) maaf juga kalo jelek
Makasih
Doa Untuk Ibu
Seorang wanita berjalan menyusuri jalan setapak di sebuah desa kecil pinggiran kota Yogyakarta. Wanita itu membawa sebuah nampah yang berisi gorengan. Wanita itu masih tetap berjalan mencari pembeli yang ingin membeli gorengan tersebut.
“Gorengan... gorengaaan....” teriak ibu tersebut sambil menyeka keringat yang bercucuran.
“IBUUUU!!!” seorang anak laki-laki berlari menghampiri wanita tadi.
“Ozy? Kamu kenapa disini nak?” tanya wanita tadi.
“Kak Rio kecelakaan bu..” kata anak yang bernama Ozy tadi.
“APA? Dimana Kak Rio sekarang?”
“Kak Rio ada dipuskesmas bu sama ayah”
“Yaudah, ayo kesana sekarang!”
***
“AAAAAAAAAH!!!!”
Sebuah mobil merah dengan kecepatan penuh menabrak seorang laki-laki yang hendak menyebrang jalan. Laki-laki itu sudah tidak sadarkan diri, para warga segera membawa laki-laki itu ke puskesmas terdekat.
***
“RIOOO!!!” teriak wanita paruh baya tadi, ia segera memeluk anak laki-lakinya itu.
“Ngapain ibu kesini?” tanya anak laki-laki yang dipanggil Rio itu.
“Tadi Ozy nyusul ibu waktu ibu jualan, katanya kamu kecelakaan. Gimana keadaan kamu nak?”
“Tumben ibu peduli sama Rio?”
“RIO! Kamu nggak boleh ngomong gitu! Dia ibu kamu!” bentak Kiki sang ayah.
“Ibu? Ibu macam apa sih yang tega bikin anaknya cacat?”
“RIO!!”
“Udah lah Yah, emang ini semua salah ibu kok. Kalo ibu nggak nyuruh dia buat kepasar pasti nggak bakal kejadian” kata Ibu yang bernama Rahmi tadi.
“Tuh! Ibu aja nyadar! Kenapa ayah marah-marah”
***
Pagi itu Ozy terlihat mengayuh sepeda satu-satunya itu. Wajahnya tampah pucat, ia sangat kelelahan. Setiap harinya ia harus mengayuh sepedanya sejauh 11km untuk sampai kesekolahnya. Sesampainya disekolah ia disambut oleh sahabat dekatnya, Ray.
“Ozy!!” teriak Ray yang telah menunggu Ozy didepan kelas.
“Ray!! Tumben kamu udah sampai?” tanya Ozy heran.
“Yeee, aku juga bisa dateng pagi dong. Emangnya si Dedepong itu yang datengnya jam 8 pagi? Haha”
“Udah ayok masuk!”
“Tunggu.. kamu udah makan?”
“Eeeh, aku belum makan”
“Makan dulu yuk! Aku yang beliin deh!” ajak Ray sambil menarik tangan Ozy.
***
Kiki terlihat sibuk menambal ban di bengkel miliknya. Matahari sudah tenggelam tapi baru satu orang yang menambalkan bannya.
“Mas, bisa cepetan dikit nggak sih! Gue buru-buru tau!” kata seorang perempuan yang berumur 28 tahun.
“Iya mbak, sebentar lagi selesai. Mbak bisa nunggu diwarung saya. Ngobrol-ngobrol sama Istri saya”
“Yaudah deh! Buruan ya mas!”
Perempuan itu berjalan kewarung yang berada disamping bengkel tadi. Ia menghampiri Rahmi yang sedang membuat teh panas.
“Mbak, tehnya satu ya!” kata perempuan tadi.
“Iya mbak!” kata Rahmi sambil membawakan secangkir teh.
“Mbak, itu suami mbak?” kata perempuan tadi.
“Iya, itu suami saya. Kenapa mbak?”
“Enggak apa kok. Hmm, panggil gue Sivia aja ya. Nggak enak kalo mbak kayaknya tuaannya mbak. Hehe”
“Oooh, iya”
“IBUUU!! Obat Rio dimana?” teriak Rio dari depan pintu warung.
“Dimeja dekat pintu nak. Ambil sendiri yah!”
“Ambilin dong bu!! Ibu tega amat sih sama anak sendiri! Udah tau anaknya gak bisa jalan!”
“Kak Rio! Ibu lagi sibuk! Yaudah aku yang ambilin” kata Ozy yang sudah berdiri disamping Rio.
“Itu anak mbak?” tanya Sivia yang masih heran dengan Rio.
“Iya Siv, kenapa?”
“Mbak udah punya anak berapa?”
“Dua. Yang gede 16 tahun, yang satunya 12 tahun”
***
Sivia duduk dipinggir kolam renang rumahnya. Ia masih heran dengan Rio. Ia merasa pernah melihat Rio. Tadi dia lupa dimana.
“Kak Sivia? Kakak kenapa sih dari tadi bengong mulu” kata Ify, adik tercinta Sivia.
“Ify? Kakak nggak apa kok. Kakak cuma kepikiran sama anak cowok yang kemarin”
“Siapa kak? Kakak kan udah punya kak Alvin. Jangan main-main deh kak”
“Bukan gitu Fy. Kemarin waktu ban motor kakak kempes kakak tambalin dideket rumahnya Alvin. Trus kakak mampir kewarung deket situ. Pas diwarung itu kakak ketemu sama anak yang punya warung. Kakak masih penasaran sama anak itu. Kayaknya kakak pernah ketemu deh sama dia”
“Hah? Kakak kewarung? Malu-maluin banget sih kak!”
“Idiiih, biarin dong!”
“Udah ah! Oooh iya kak. Cowok yang kakak ceritain tadi umurnya berapa? Mungkin Ify bisa bantu kakak inget-inget”
“Umurnya 16 tahun. Kemarin kakak tanya sama ibunya”
“Berarti seumuran sama Ify. Tapi Ify nggak punya temen yang anaknya tukang warung deh kak”
“Bukan temen kamu. Kalo temen kamu kakak pasti udah ngenalin dia”
“Siapa dong kak?”
“Tunggu... tunggu... kamu inget kan waktu kita mau ke mal? Sebelum ke mal kita sempet nabrak orang?”
“Hmm, iya kak”
“Nah! Rio itu yang kita tabrak!!”
“Hah? Mana mungkin sih kak”
“Kakak inget banget wajah dia. Dia tinggi, kulitnya agak gelap. Kamu inget kan?”
“Iya kak, aku inget. Tapi masak sih kak”
“Besok kakak bakal anter kamu kewarung kemarin biar kamu tau wajah si Rio itu”
“Terserah kakak aja deh”
***
Rahmi terlihat sedang menjemur pakaian dibelakang rumahnya. Dengan bantuan tongkatnya Rio berjalan menghampiri Rahmi.
“Ibu! Rio laper, kok belum ada makanan sih!”
“Ibu belum sempet masak nak. Ibu masih nyuci baju, habis itu baru masak”
“Halaaah!! Ibu nggak berguna! Ngerjain urusan rumah tangga aja lama!” bentak Rio sambil mendorong Rahmi hingga terjatuh.
“Kak Rio!” teriak Ray dan Ozy.
“Ngapain lo berdua disini? Hah?”
“Seharusnya Ozy yang tanya ke kakak! Kenapa kakak disini? Kakak ngapain Ibu?” tanya Ozy sambil berjalan mendekati kakaknya.
“Heh! Lo tuh masih kecil! Nggak usah ikut campur deh!”
“Maaf kak, bukannya Ray mau ikut campur. Tapi tante Rahmi itu Ibu kakak. Mau gimanapun tetep ibu kakak. Kakak nggak boleh gitu sama ibu kakak” kata Ray bijak.
“Heh gondrong! Anak bau kencur aja sok bijak!”
“Kakak nggak usah ngatain temen aku dong!”
“Bodo!”
Rio segera pergi meninggalkan Rahmi, Ray, dan Ozy. Ozy membantu Rahmi berdiri sedangkan Ray masih terpaku ditempatnya. Ia tidak menyangka Rio berubah 180 drajat. Rio yang dulu baik sekarang berubah.
***
Ify dan Sivia datang kerumah Rio. Sivia berniat untuk meminta maaf karena telah menabrak Rio. Sivia sangat yakin kalau Rio lah orang yang mereka tabrak beberapa hari yang lalu.
“Assalamualaikum..”
“Waalaikumsalam..”
“Mbak Rahminya ada?” tanya Sivia ramah.
“Nyari ibu-ibu nggak berguna itu ya?” kata Rio sinis.
“RIO!! Udah berapa kali sih ayah bilang, Rahmi itu ibu kamu!” kata Kiki yang baru saja pulang.
“Ibu? Dia bukan ibu aku!” kata Rio.
“Ri.. ri.. rio... Ibu nggak nyangka kamu udah berubah kaya gini. Sebenernya setelah kecelakaan itu ibu udah nggak kuat lihat keadaan kamu yang berbeda dari yang dulu. Kalau aja kamu tahu, sejak kejadian itu ibu terkena penyakit jantung” kata Rahmi yang menyusul keluar. Wajahnya terlihat pucat.
“Halaaah!! Itu Cuma akal-akalan ibu aja kan? Itu akal-akalan ibu biar Rio bisa balik kaya dulu kan? Nggak bakal mempan bu!” kata Rio.
“Assalamualaikum.. ada apa tante kok ribut-ribut?” tanya Ray yang baru saja bermain dengan Ozy.
“Gondrong lagi! Ngapain sih lo ikut-ikut urusan orang gede!”
“Maaf kak kalo aku salah”
“Udah-udah!! Kalo kamu udah nggak anggap Rahmi ibu kamu, lebih baik kamu pergi dari sini!” kata Kiki yang mulai emosi.
“OK! Kaloo emang itu mau ayah Rio bakal pergi!!”
“Rio... kamu jangan pergi nak. Ibu sayang sama kamu nak” kata Rahmi sambil menarik tangan Rio.
“Omong kosong!”
***
Sore itu Ify berjalan-jalan ditaman sendirian. Ia masih kaget dengan kejadian kemarin. Ia tidak menyangka ada anak yang begitu tega dengan ibunya. Saat melewati kolam ia bertemu dengan Rio.
“Hay Rio!” sapa Ify.
“Eh.. lo bukannya cewek yang kemarin?”
“Iya.. oh iya kenalin gue Ify. Gue adiknya Sivia”
“Rio”
“Gue udah tau nama lo kali. Ooh iya sebenernya kemarin gue mau minta maaf sama lo sekeluarga”
“Buat apaan?”
“Soalnya yang nabrak lo itu gue sama kakak gue. Maafin gue sama kakak gue ya?”
“Udahlah nggak apa”
“Beneran? Tapi gara-gara gue juga kan lo jadi berubah”
“Jangan bawa-bawa sifat gue yang berubah”
“Ok maaf. Hmm.. eh iya lo udah tau belum kalo ibu lo masuk rumah sakit?”
“Halah! Ngibul kan lo..”
“Idiiih orang gue kaga ngibul. Tadi pagi gue habis kesana. Jangan-jangan lo nggak tau?”
“Emang gue nggak tau”
“Ya Allah Rio.. jadi dari kemarin lo nggak balik kerumah? Lo belum nyadar apa kalo yang lo lakuin itu salah!”
“Iya gue nggak balik kerumah. Buat apa coba gue balik?”
“Rio.. ibu lo lagi mempertaruhkan nyawanya di rumah sakit. Harusnya lo tuh doain ibu lo bukan marah sama ibu lo. Lo sadar nggak sih seberapa besar pengorbanan ibu lo buat lo. Dari mulai lo dikandungan sampe sekarang lo udah gede?”
“Lo itu sama aja ya kaya orang rumah suka ngenasehatin gue”
“Rio, gue cuma mau lo sadar. Gue kasihan sama ibu lo. Waktu tadi gue disana, dia manggil nama lo terus. Dia pengen lo baik kesana”
“Buat apa sih gue balik? Nggak ada gunanya juga”
“Rio.. semua orang itu berguna. Kalo nggak berguna buat apa kita ini ada?”
“Udah lah gue capek!”
“Rio.. gue mohon banget sama lo. Tolong lo minta maaf ke ibu lo. Dia yang ngelahirin lo, kalo dia nggak ada lo juga bakal nggak ada. Inget siapa yang ngajarin lo makan, ngajarin lo minum, ngajarin lo jalan, ngebelai elo, jagain elo waktu sakit. Jasa seorang ibu nggak bakal bisa kebales Yo. Pliss banget, gue pengen lihat lo sekeluarga bahagia. Lagian lo nggak bisa jalan bukan gara-gara ibu lo. Tapi gara-gara gue sama kakak gue”
“Lo bener Fy.. gue harus minta maaf sebelum terlamabat” Rio berdiri dan berjalan meninggalkan Ify.
“RIO!!! Tunggu gue! Biar gue yang nganter lo!”
***
Rahmi terbaring lemah diranjang rumah sakit ditemani Kiki, Ozy, dan Ray. Ify dan Rio yang baru datang langsung menghampiri mereka.
“Ibu.. maafin Rio ya bu. Rio udah keterlaluan sama Ibu. Sekarang Rio udah sadar bu kalo semua ini bukan salah ibu”
“Ri... ri... ri... rio... Ibu udah maafin kamu kok... maafin ibu juga ya Rio kalo emang ibu belum bisa jadi ibu yang baik buat kamu”
“Iya bu. Ibu udah menjadi ibu yang baik kok”
“Makasih ya Rio. Kalo gini ibu udah bisa pergi dengan tenang”
“Ibu? Ibu nggak boleh ngomong gitu bu! Rio sayang sama Ibu! Ibu jangan tinggalin Rio”
“Ibu juga sayang sama Rio, Ibu juga sayang sama Ayah, Ibu juga sayang sama Ozy. Ibu sayang sama semuanya”
“IBUUU!!!!!!!!...”
Akhirnya Rahmi menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang. Rio tersenyum melihat Ibunya pergi dengan tenang, walaupun dalam hatinya ia masih belum bisa menerima semuanya.
***
Kau memberikanku hidup
Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Postingan (Atom)