Selasa, 28 Agustus 2012

Sahabat Baru @CERPEN@


Sahabat Baru (Cerpen)

“KORAN.. KORAN..” teriak seorang penjual koran sambil mengelilingi kampung. Terik matahari yang menyengat tidak mengurangi sedikitpun semangatnya, ia masih tetap berusaha menjual koran-koran yang tersisa.

“Mas!!” panggil seorang cewek berambut panjang dari halaman rumahnya.

"Iya mbak” kata penjual koran sambil berjalan mendekatinya. “Beli koran apa majalah mbak?” lanjutnya.

“Majalah deh mas, yang baru apaan ya?” tanya cewek tadi sembari melirik majalah-majalah yang dibawa penjual koran tadi.

“Ini mbak majalah IDOLA, ada kuis berhadiah nih mbak” kata penjual koran sambil menunjukkan majalah IDOLA.

“Alaah paling berhadiah payung cantik mas” kata cewek tadi.

“Diiih bukan mbak, ini hadiahnya jalan-jalan seharian penuh sama Mario Stevano. Penyanyi terkenal itu mbak” kata penjual koran.

“WHAT?” teriak cewek tadi kaget.

“Wiih mbak nyate aja kali mbak, budek kuping saya ntar” kata penjual koran sambil menutup kupingnya.

“Hehe maaf mas, tapi ini beneran kan mas?” tanya cewek tadi.

“Iya, beli kagak nih? Kalau kagak mau muter lagi nih saya”

“Iya mas, berapa nih?”

“20.000 doang kok mbak”

“OK ini ya mas”

***

Cewek tadi segera berlari kekamarnya dan menutup pintunya. Dihempaskannya tubuhnya kekasur, wajahnya terlihat senang sekali.

“Gue harus menangin kuis ini, biar gue bisa ketemu sama Rio dan jalan seharian sama dia” kata cewek itu.

Ya, dia Ashilla Zahrantiara ¬atau lebih akrab disapa Shilla. Dia memang mengidolakan penyanyi muda berbakat bernama Mario Stevano. Tak heran Shilla terlihat bahagia, sekarang didepannya sudah terbuka jalan untuk bertemu Mario atau Rio.

“Kapan tanggal lahir Mario Stevano? Aaah gampang mah ini, 24 Oktober 1997. Cara ngirimnya mana nih?” kata Shilla. Dicarinya cara mengirim jawaban.

“Naah.. ini nih. Cara pengiriman : langsung kirim jawaban kamu ke majalahIDOLA@xxx.com dengan subjek IDQuis”

Shilla segera bangkit dari kasurnya dan berjalan ke meja belajarnya, diambilnya laptop berwarna putih miliknya dan ia bawa kembali ke kasur. Ia langsung menyalakan laptopnya, setelah beberapa menit ia langsung membuka e-mailnya dan mengetikkan jawaban kuis tadi.

“Selesai! Moga gue menang” katanya sambil tersenyum.

***

Shilla terlihat baru saja keluar dari tempat bimbingan belajar, tanpa menunggu lama ia segera berlari keparkiran dan mengambil sepeda merah miliknya. Dengan gesit ia mengayuh sepedanya sampai disebuah toko buku yang tak jauh dari tempat bimbingan belajar tadi.

Dengan wajah sumringah ia segera masuk dan mencari rak majalah. Hari ini pengumuman pemenang kuis ‘Sehari Bersama Idola’ Shilla berharap ia memenangkan kuis itu.

“Majalah IDOLA.. majalah IDOLA.. duuuh mana sih..” guman Shilla sembari mencari majalah IDOLA.

BRUUUKK

“Aduuh mas! Ati-ati dikit dong!” bentak Shilla ketika ada seorang cowok yang menabraknya.

“Maaf mbak.. maaf..” kata cowok tadi.

“Majalah IDOLA?? Mas-mas pinjem bentar dong yayayaya?” kata Shilla antusian ketika mengetahui cowok tadi membawa majalah IDOLA.

“Pinjem? Ini aja belum gue bayar” kata cowok tadi.

“Yaudah mas saya aja yang beli. Lagian mas kan cowok.. ehmm.. cewek.. ehmm.. cowok ding, cowok masak baca majalah beginian? Agak bagusan kek mas, otomotif gitu” kata Shilla, ia baru sadar cowok tadi berambut gondrong.

“Yee, lo mah nyindir gue. Ogah aah! Edisi ini special Slipknot, nyari tempat lain sono gih” kata cowok tadi.

“Laah mas cowok tadi rambutnya gondrong, kaya cewek pula senyumnya. Yaudah deh, buruan gih mas bayar, ntar gue numpang lihat dikit kok” kata Shilla.

“Diiih.. ngejek ye lo. Sekali lagi lo ngejek nggak gue kasih intip” kata cowok tadi.

“Iyee bawel ah. Eh nama lo siapa?”

“Ray”

“Gue Shila”

“Gue ga nanya”

“Aaah lo ya! Buruan bayar, ntar gue pinjem”

***

Ray baru saja keluar dari toko buka tadi, Shilla yang sudah lama menunggu diluar segera menghampiri Ray dan menarik majalah yang dibawa Ray.

“Ebuseeeet.. main rebut aja lo! Nyari apaan sih heboh amat” kata Ray.

“Gue nyari pengumuman kuis ‘Sehari Bersama Idola’ itu tuh sama si Mario” kata Shilla tapi tetap sibuk dengan majalah tadi.

“Diih Mario doang, nggak ada apa-apanya banding gue” kata Ray.

“Aaah.. diem dong”

“Iyee eneng Shill”

“INI RAY! INI!!!” teriak Shilla ketika menemukan halaman pengumuman.

“Diih.. nyante napa. Udah heboh-heboh ternyata ga menang sama aja kali” kata Ray.

“Ashilla.. Ashilla.. Ashilla Zahrantiara!! AAAAA~ GUE MENANG RAY!! GUE MENAG !! AKHIRNYAA” teriak Shilla yang refleks langsung memeluk Ray.

“Shill.. Shill.. wooy!” seru Ray sambil melepas pelukan Shilla.

“Duuh.. maaf ye Ray, seneng gue habisnya” kata Shilla malu-malu.

“Haha.. nggak papa kok. Yaudah siniin majalah gue, mau pulang gue” kata Ray sambil senyum-senyum gaje.

“Nih, thanks ya Ray” kata Shilla sambil memberikan majalah IDOLA tadi.

***

Pagi-pagi sekali Shilla sudah bangun, hari ini ia akan jalan seharian penuh bersama idolanya, Mario. Dress putih dengan blazer hitam sudah ia kenakan, tak lupa ia memasukkan kamera digital dan iPhone miliknya kedalam tas.

“Mama.. papa.. Shilla berangkat ya” seru Shilla sambil berjalan keluar.

Ternyata Agni sahabat Shilla sudah menunggu didepan dengan mobilnya. Shilla langsung menghampiri Agni.

“Agnoy sayang” sapa Shilla sambil mencubit pipi Agni.

“Diih apaan sih Shill, udah ah buruan. Habis nganter lo gue mau jemput tante di bandara” kata Agni.

“Hehe iya Agnoy”

***

Shilla P.O.V

Yeay. Gue udah ada di kantor redaksi majalah IDOLA. Nggak nyangka gue jari ini bakal ketemu Mario dan jalan seharian sama dia. Masih berasa mimpi. Tanpa ba-bi-bu-be-bp gue langsung masuk aja ke kantor, gue nyari bagian event. Setelah muter-muter akhirnya gue nemu juga ruangan event.

“Mbak, ini ruaang event kan? Event Sehari Bersama Idola?” tanya gue ke mbak-mbak yang lagi ngopi.

“Iya, ada yang bisa dibantu mbak?” tanya mbak-mbak tadi.

“Saya Ashilla mbak, yang menang kuis itu” kata gue.

“Ooo.. yaudah mbak langsung aja yuk saya antar” kata mbak-mbak tadi sambil narik tangan gue (?).

Gue udah jalan 10 menitan tapi ga sampe-sampe, tau deh mbak-mbaknya ini masih inget nggak jalannya (?).

“Tunggu disini dulu ya mbak, sebentar lagi Mario datang” kata mbak-mbak tadi sambil mempersilahkan gue duduk disebuah ruangan.

“Iya mbak”

5 menit..

10 menit..

‘Lama amat sih woy!’

15 menit..

‘Gue tinggal tidur juga ntar’

20 menit..

‘Ngantuk sumpah’

25 menit..

Zzzzz

45 menit..

“Mbak, bangun mbak” gue denger ada yang bangunin gue. Dengan males gue bangun dan.. LO SEMUA TAU SIAPA YANG BANGUNIN GUE? MARIO WOY!! CAKEP GILAAA!! #oklebay #bye

“MARIO??” teriak gue refleks.

“Wuussssh~ nyante mbak, budek gue ntar” kata Mario sambil nutup kupingnya.

“Maaf Yo.. maaf” kata gue sambil ngelus-ngelus dia *eaaaa~

“Iya nggak papa. Hmm.. lo Ashilla Ashilla itu bukan? Yang mau jalan sama gue?” tanya dia sambil lihat-lihat gue.

“Iya gue Ashilla, panggil Shilla aja ya” kata gue. YES GUE NGGAK GAGAP!

“Yaudah langsung aja yuk” ajak Mario sambil narik tangan gue. Catet ya dia NARIK tangan gue. BANGGA GILA.

***

Sekarang gue udah dimobilnya Mario berdua sama dia, kayaknya sih dia mau ngajakin gue nonton.

“Hmm.. Shill, lo suka film apaan?” tanay Mario. 

“Romance, eeh enggak ding, gue lebih suka yang petualang gitu lah” kata gue.

“Nonton Narnia mau?” tanya Mario.

“Boleh”

Mobil Mario udah berhenti dipusat perbelanjaan a.k.a mall. Gue sama Mario langsung masuk dan nyari Studio 21. 

“Shill, lo kok ngefans sama gue kenapa?” tanya Mario.

“Kenapa ya? Gue juga nggak tau Yo, waktu lihat lo di TV gue kagum gitu sama lo, gue juga nggak tau kagum sama apa lo” kata gue.

“Laah? Aneh ah lo. Biasanya nih ya, yang ngefans sama gue tuh rata-rata gara-gara gue cakep, nah elo? Nggak jelas” kata Mario narsis.

“Nggak nyangka ya idola gue narsis” kata gue sambil senyum-senyum.

“Haha.. biarin dong, narsis-narsis juga lo ngefans” kata mario sambil senyum manis banget.

“Hehe.. iya juga sih. Beli eskrim dulu yuk” ajak gue.

“Ayuk”

***

Gue sama Mario udah selesai nonton, dan sekarang gue mau nemenin Mario nyari kado buat sahabatnya.

“Sahabat lo cewek apa cowok?” tanya gue.

“Gue bingung juga, dia cowok tapi rambutnya cewek” kata Mario.

“Gondrong maksud lo?” tanya gue lagi.

“Iya, namanya Ray” kata Mario.

“Hah?”

“Kenapa Shill?”

“Tadi gue ketemu Ray, anaknya kecil, putih, imut, manis kan?”

“He? Iya Shill, dia kecil, putih, imut, manis. Lo ketemu dimana?”

“Di toko buku tadi. Aaah udah aaah nggak usah bahas dia, kita cari kado buat Ray habis itu beli pulsa. OK?”

“OK”

Author P.O.V

Shilla dan Mario masih asik mencari kado untuk Ray, karena asik bercanda tanpa sengaja tubuh Shilla terdorong hingga terjatuh ke rak berisi vas-vas bunga.

PRAAAAAANGG

“Mampus!” kata Shilla dan Mario bersamaan.

“Gimana ini Yo?” tanya Shilla yang udah panik sendiri.

“Pasti kita kena omel empunya toko nih, kabur aja yuk!” kata Mario.

“Ayokk”

Tanpa mereka sadari, salah satu penjaga toko melihat mereka kabur dan langsung mengejar mereka.

“JANGAN KABUR WOY!! TANGGUNG JAWAB!!” teriak penjaga toko sambil mengejar Shilla dan Mario.

Shilla dan Mario sudah berada cukup jauh dari toko tadi, mereka berdua berhenti didekat toilet.

“Ebuseeet.. capek gue” kata Mario sambil mengusap keringatnya.

“Gue lebih capek tau! Lihat nih gue pake sandal hak gini” kata Shilla sambil menunjukkan sandalnya.

“Siapa suruh lo pake sandal gituan” kata Mario.

“Siapa suruh lo ngedorong gue sampe jatuh” kata Shilla.

“Siapa suruh lo juga nggak hati-hati” kata Mario.

“Siapa suruh lo ngajak gue kabur” kata Shilla.

“Siapa suruh lo mau gue ajak kabur” kata Mario.

“Udah aah.. mending sekarang kita buru-buru keluar deh dari pada ketauan” kata Shilla.

“Hayooo!! Mau kabur ya kalian” seru penjaga toko tadi yang sudah ada dibelakang mereka.

“Hehe.. Ngg.. ngg.. enggak kok mas, kita cuma mauu.. PULANG!” kata Mario yang langsung menarik tangan Shilla.

“WOYY!! JANGAN KABUR!!”

***

Dengan nafas terengah-engah, Shilla dan Mario sudah berada diluar mall. Wajah mereka terlihat berkeringat.

“Duuh.. untung gue tadi nyeker, kalau masih pake sandal sialan ini kaki gue udah bengkak” eluh Shilla.

“Huuh.. terus sekarang lo mau gimana? Nyeker gini masak?” tanya Mario.

“Yee.. ogah gila! Gengsi dong gue jalan sama artis nyeker” kata Shilla.

“Lah terus? Mau gimana lo? Emang lo bawa sandal lagi?” tanya Mario.

“Enggak” kata Shilla.

“Terus?”

“Ya gue lo gendong dong MARIO!”

“Hah? Ogah masih capek gue!”

“Yaah Rio, Cuma sampe cafe itu doang noh! Yayayaya?”

“Ogah!”

“Mau ya?”

“Ogah!”

“Iiih jahat amat sih sama fansnya, gue jadi haters lo lama-lama”

“Bodo!”

“Beneran nih ya?”

“Iye”

“Yaudah gue keluar dari RI...”

“Eeh jangan! Yaudah gue gendong sini”

“Nah gitu kek dari tadi”

Sekarang Shilla dan Mario sedang duduk berdua di cafe depan mall. Hujan yang mengguyur membuat suasana lebih romantis.

“Yo, gue boleh ga minta satu permintaan ke lo?” tanya Shilla

“Apaan? Selama gue bisa kenapa nggak?” kata Mario.

“Mau dong lo nyanyiin satu lagu buat gue” kata Shila

“Boleh” kata Mario lalu berjalan menuju panggung.

“Kali ini gue mau nyanyi buat seorang fans gue yang udah setia sama gue”

“Aku memang manusia biasa

Yang tak sempurna dan kadang salah

Namun di hatiku hanya satu

Cinta untukmu luar biasa

Kemanakah dirimu

yang dulu cinta aku

Dimanakah dirimu

Yang selalu merindukanku

Aku memang manusia biasa

Yang tak sempurna dan kadang salah

Namun di hatiku hanya satu

Cinta untukmu luar biasa”

Mario mengakhiri nyanyiannya bersamaan dengan redanya hujan. Ia segera turun dan berjalan ke tempat duduknya.

“Gimana? Lo suka Shill?” tanya Mario.

“Suka banget!! Lo tadi keren banget!! Thanks ya Yo” kata Shilla sambil tersenyum.

“Sama-sama. Ke pantai yuk! Kita lihat sunset seru kayaknya” ajak Mario.

“Ayokk!”

***

Desiran ombak mengiringi matahari yang mulai terbenam, Shilla dan Mario masih asik bermain air sambil menunggu matahari terbenam.

“AAAWWW” rintih Mario ketika asik bermain air.

“Rio, lo kenapa?” tanya Shilla.

“Kaki gue sakit” kata Mario.

“Kram deh pasti, yaudah deh sini gue bantuin lo jalan” kata Shilla sembari mengulurkan tangannya.

“Thanks ya Shill” kata Mario sambil tersenyum. Shilla hanya membalas dengan senyuman.

Sekarang mereka berdua duduk disebuah gubuk kecil ditepi pantai. Rambut Shilla yang panjang teriup angin sore yang cukup sejuk, tanpa Shilla sadari Mario melihatnya penuh arti.

“Ke sana lagi yuk” ajak Mario sambil menunjuk pantai.

“Ayukk” kata Shilla.

“Ashilla Zahrantiara” kata Mario sambil berlutut didepan Shilla “Gue Mario Stevano mau ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya ke lo. Tanpa seorang fans kaya lo, gue bukan siapa-siapa, gue cuma orang biasa yang nggak dikenal banyak orang. Dan lo salah satu dari mereka yang bikin gue dikenal orang. Sebagai tanda terima kasih gue, gue mau lo jadi sahabat gue. Karena gue ngeras lo ditakdirin jadi sahabat gue, bukan fans gue”

“Tanpa lo, RISE nggak bakal ada yo. Gue mungkin juga nggak punya banyak temen kaya sekarang, berkat lo juga gue bisa punya temen dari anak RISE. Jadi gue juga mau ngucapin terima kasih ke lo” kata Shilla.

“So? Lo mau jadi sahabat gue?” tanya Mario.

“Pastinya gue mau jadi sahabat lo” jawab Shilla sambil tersenyum.

“Makasih ya Shill” kata Mario lalu memeluk Shilla.

“Yo.. yo..” kata Shilla berusaha melepas pelukan Mario.

“Eeeh.. maaf Shill” kata Mario lalu melepas pelukannya.

“Nggak papa kok”

***

Hari ini hari ulang tahun Ray sahabat Mario. Mario sengaja mengajak Shilla ke pesta ulang tahun Ray karena Mario belum punya pasangan. Shilla dan mario sudah tiba di pesta lebih awal. Dengan mini dress warna biru muda dan sedikit hiasan rambut membuat Shilla terlihat sangat cantik.

“Happy Birthday ya bro! Moga lo makin sukses” kata Mario sambil menjabat tangan Ray.

“Sama-sama bro! Eeh lo dateng sama siapa?” tanya Ray.

“Sahabat baru gue” kata Mario.

“Mana? Panggilin kek” kata Ray.

“Shill, Ray pengen tau lo tuh” kata Mario.

“Ogaah aah.. malu gue” kata Shilla.

“Kenapa malu coba? Emang waktu ketemu sama dia lo ngapain kok bisa malu?” tanya Mario.

“Yaa gitudeh” kata Shilla.

“Yaudah gih sono”

“Iyee ah bawel” kata Shilla lalu menghampiri Ray.

“Hey Ray!” sapa Shilla.

“Hah? Elo? Kok lo disini? Lo sahabat barunya Rio ya?” tanya Ray yang masih kaget dengan kehadiran Shilla.

“Iya, hehe. Oooh iya.. Happy Birthday ya Ray” kata Shilla sambil tersenyum.

“Makasih ya Shill” kata Ray.

“Sama-sama rayap” kata Shilla.

“Tuh dikasih tau si Rio”

“RIOOO!! ITU KAN AIB GUE!! KOK LO SEBARIN??” teriak Ray.

“Sorry bro”

“RIOOOOOOOOOOO!!” teriak Ray sambil mengejar Mario.

Shilla hanya tersenyum melihat tingkah sahabat barunya itu. Lucu juga ya mereka, batin Shilla.

“Nggak ada yang nggak mungkin. Buktinya gue bisa jadi sahabat seorang artis besar kaya Rio” guman Shilla lalu tersenyum.

***
SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar